Melawan Gadget: MI Islamiyah Bangsa Tanamkan Gotong Royong dan Kearifan Lokal Lewat Tugas Daring Membuat Sapu Lidi

BANGSA, KEBASEN — Di tengah disrupsi digital, MI Islamiyah Bangsa membuktikan komitmennya untuk mengutamakan keterampilan hidup dan kebersamaan. Pada Kamis, 11 Desember 2025, saat Kepala Madrasah dan Dewan Guru mengikuti Jalan Sehat PGRI di Lapangan Pemdes Gambarsari, siswa-siswi secara berkelompok mendapatkan Tugas Daring yang sangat inovatif: membuat alat kebersihan, terutama sapu lidi, sebagai inventaris kelas.
Inisiatif ini lahir dari kebutuhan praktis madrasah sekaligus menjadi ajang edukatif di luar kelas. Alih-alih sibuk dengan gadget, anak-anak terlihat riang gembira berkumpul, bercengkerama, dan bahu-membahu membuat sapu lidi, sebuah keterampilan tradisional yang sangat berharga. Tugas ini melatih gotong royong, memahami tanggung jawab kelompok, dan merasakan indahnya kebersamaan.
Antusiasme siswa dan dukungan total dari wali murid memicu apresiasi yang mendalam dari madrasah.
"Kami benar-benar terharu melihat antusiasme Ananda semua dan dukungan penuh dari Bapak/Ibu sekalian. Ini adalah ajang mereka belajar kehidupan: tugas ini bukan sekadar perintah. Hasil karya mereka ini murni dari tangan mereka sendiri, yang nantinya akan mereka jaga dengan penuh rasa memiliki di kelas. Dukungan Anda adalah energi terbesar bagi kami para guru," demikian pesan Kepala Madrasah.
Momen ini adalah bukti nyata komitmen MI Islamiyah Bangsa dalam mewujudkan madrasah yang WIBAWA (dalam hal manajemen pembelajaran) dan ISTIMEWA (dalam penanaman karakter sejati).




